Pameran Lukisan, Apasih, Ngapain sih, Gimana sih?

Yogyakarta terkenal sebagai kotanya para seniman dan seniwati. para pekerja seni lah pokoknya, apapun title man dan watinya. Coba bayangkan, hampir setiap harinya Yogyakarta mempunyai event Pameran, tidak peduli apakah itu seni rupa, ataupun seni musik. Lihat saja papan pengumuman tempat tempelan poster di salah satu Gallery di Suryodoningratan ini, Pennuhhhhh banget poster-poster acara yang tertempel. jangan dikira semua acara ini sampai tahun depan, nay nay tidakk kesemua poster tersebut adalah acara di bulan desember akhir tahun ini saja. lihat saja ada 3 acara di tanggal 27 desember. Jadi pertunjukan dan pameran seni di Yogyakarta ini sebenarnya tidak ada habisnya. malah justru capek kita buat mengunjungi satu persatu acara supaya kita bisa lihat semua acara di satu malam yang sama. capek banget kan, dan lebih asyiknya lagi, capek-capek kita ini kesana kemari lihat pameran ini pertunjukan itu, semuanya geratiss, geretong abis. kurang apa lagi cobak?


akan tetapi event-event pameran di Yogyakarta memang lokasinya lebih banyak di Yogyakarta bagian selatan. selatan disini maksudnya memahami letak Yogyakarta secara geografis yakni di sebelah selatan keraton (1). Di selatan keraton ini banyak sekali galeri galeri seni rupa yang entah berapa jumlahnya. kadang jika galeri tersebut bisa konsisten dan sering melakukan kegiatan alian eksis. maka galeri atau Art space tersebut bisa bertahan diantara derasnya arus kesenirupaan.

Nahhhh salah satu galeri seni rupa atau Art space yang eksis dari dulu sampai sekarang adalah Tembi Rumah Budaya. yappp karena namanya rumah budaya, Tembi tidak hanya menyediakan Galeri seni Rupa saja, tetapi di Tembi Rumah Budaya ini Lengkap banget, ada gedung buat Pernikahan, Ada penginapan yang nuansa alam banget, sanggar tari, sanggar gamelan, sanggar musik, apalagi ya outbond, lengkap kannnn... yesss tetapi kita disini ingin membahas tentang Pameran seni rupa nya. nah di Tembi Rumah Budaya ini, baru saja diadakan semacam pameran seni visual. apasih pameran seni visual, ya pameran lukisan, pameran bentuk 2/ 3 dimensi  yang mempu memanjakan mata. Pameran ini diberi judul "Holes Arround Me", ya ya lubang gitu.



Jadi, apakah sebenarnya pameran itu? Siapa saja yang bisa melihat pameran seni visual? bagaimana cara supaya bisa datang ke pameran? Sebelumnya kenapa Mimpinglukis bertanya seperti itu? yap yap karena selama mimpinlukis kesana kemari keluar masuk galeri seni rupa ataupun artspace, jarang sekali melihat keberadaan manusia-manusia Jogja dari Utara alias kawasan UGM, UII, UPN dan sekitarnya. Mereka terlalu sibuk untuk membuat tugas, laporan praktikum, hang-out, shopping, nongkrong ke Cafe. Hallo hallo brenti bentar donk sama tugasnya mungkin, disini ada yang asik lho. Singkatnya saja, dari pengamatan Mimpinglukis tentang pameran. Sejauh ini karya seni hanya di buat, dinikmati dilihat, dibeli juga  oleh para aktivis seni. Sebenarnya apabila kepedulian kita terhadap terciptanya karya-karya seni itu dinikmati oleh setiap kalangan masyarakat apalagi akademisi, pasti akan tercipta sebuah keseimbangan rasa dan menciptakan isu baru atau mengambangkan isu dari yang



Pameran seni rupa itu adalah sebagai salah satu cara para seniman dan seniwati untuk mempresentasikan karya-karyanya. jadi pada dasarnya masuk mengunjungi pameran itu kita cuma perlu berpakaian rapi dan masuk ke ruangan pameran melihat-lihat pemandangan yang art banget. tidak perlu tahu tentang seni rupa  juga tidak masalah kalau kita bisa merasakan indah  dan tidak indah, itu cukup. masalah siapa yang ingin membahas dan mengkritik karya seni, itu sudah ada orangnya sendiri. yakni seorang kritikus dan kolektor.


Pada dasarnya lagi, dari presentasi karya ini seni rupa ini setidaknya memiliki 2 hal kegunaan, yang pertama adalah memamerkan karya dengan me-majang atau men-display karya secara rapi dan enak di pandang, yang kedua sebagai cara artist (pembuat karya) ingin mempresentasikan sebuah isu dengan karya seni. Apakah itu misalnya isu tentang lingkungan, ras, gender, kehidupan sosial masyarakat, mengkritisi pemerintahan hingga mempresentasikan isu abstrak.

Jadi teman-teman mari berbondong-bondong dan bersemangat untuk datang melihat pameran seni rupa maupun seni visual yang lain, di jamin oke dan pastinya gratis (kecuali Art Jog) (2) hehe..karena dengan datang mengapresiasi seni, kita secara tidak langsung menjadi bagian dari rekam jejak perkembangan seni rupa di Yogyakarta khususnya (3).

----------

keterangan : 
1. Apabila kita menanyakan arah di Yogyakarta, sering akan terdengar saran untuk ke selatan, ke timur atau ke barat. Orang-orang yang tinggal di Yogyakarta memang lebih gampang menunjukkan arah dengan nama arah mata angin karena patokannya yang sangat jelas. Di kota Yogyakarta, untuk melihat arah utara adalah dengan patokan Gunung merapi, cari saja gunung merapi, disanalah arah utara. Arah selatan adalah adalah Pantai Parangtritis (kalau yang ini nyarinya susah memang). Sedangkan Yogyakarta bagian tengah adalah Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Jika kita melihat dari peta Yogyakarta, ketiga lokasi ini sangatlah unik karena berada pada garis lurus yang dihubungkan dengan Jl Kaliurang di sebelah utara Yogya dan Jl. Parangtritis di sebelah selatan. Nah wilayah sebelah selatan Keraton inilah yang merupakan kawasan yang memiliki banyak galeri, art space, museum dan semacamnya. 

2. Pameran seni rupa akbar yang berlangsung satu tahun sekali, setiap tahunnya selalu mengambil lokasi pameran di Taman Budaya Yogyakarta.

3. Dalam pameran Seni Rupa itu, hari pertama biasanya upacara pembukaan pameran. Acara tersebut merupakan sebuah seremonial dimana para pangunjung lebih banyak dan bisa mejadi sangat banyak dibanding hari-hari biasanya selama pameran berlangsung. Apa saja yang dilakukan ketika pambukaan? ya duduk-duduk menyaksikan berbagai pertunjukan biasanya lagu atau tarian, mendengarkan beberapa orang yang berpidato, kemudian masuk ruang pamer, pengunjung bersama-sama melihat pameran, kemudian selesai dan duduk-duduk lagi. :D

Kata Kunci : Exhibition, fine art, Artwork , painting, manual painting, digital painting, visual exhibition, pameran lukisan, seniman, Entang Wiharso, Tembi Rumah Budaya



0 komentar:

Posting Komentar

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author