Jalan-Jalan ke Goa Pindul, Wisata Geopark Gunung Kidul : Sketch Story


Kalau dipikir-pikir kami selalu menghabiskan waktu di kota Yogya atau hanya berputar-putar disekitar tempat tinggal kami di Bantul. Jadi akhir minggu kemarin kami mencoba untuk sebentar jalan-jalan ke sebuah tempat wisata yang tentunya masih ada di lingkup Daerah Istimewa Yogyakarta yakni di Gunung Kidul, Wonosari. Nah, Jika kita menyebut tentang Gunung Kidul, tempat mana yang asyik untuk dikunjungi? ya ya ya,,,Sebenarnya memang banyak sekali tempat wisata di satu dataran tinggi yang terbentuk karena naiknya permukaan dasar laut dan menjadi sebuah pegunungan ini. Mulai dari wisata gua, wisata hutan, dan wisata air, bahkan ketika turun gunung sedikit pun, kita sudah bisa berwisata pantai. Yuhuww begitulah, selain masih alami , Gunung Kidul memang menyimpan banyak sekali potensi wisata yang begitu komplit dan Indah.

Dari sekian banyak jenis pilihan wisata tersebut, akhirnya kami memilih untuk ke Goa Pindul. karena tempat ini begitu ajaib. ya ya ya,,,apa yaa,, hanya saja, tempat ini memang ajaib. Begitulah...haha


Kenapa ada ban? katanya wisata Goa?, mari-mari cek gambar selanjutnya

Goa Pindul merupakan sebuah goa tipe basah yang dilewati oleh aliran air...bla,,bla bla.. lebih singkatnya begini, karena daerah di sekitar goa terdapat sumber air, kemudian airnya menggenang sehingga mengalir masuk melalui mulut, badan goa, sampai ujung goa juga. Nah, untuk menjelajahi dan menikmati stalaktit dan stalakmit yang ada di dalam goa, menjadi lebih mudah karena hanya mengapung menggunakan ban besar yang sudah disediakan oleh agen wisata yang dikelola warga. Petualangan berikutnya lebih mudah kita hanya butuh duduk dengan pantat yang ditampung lingkaran ban yang sudah diberi tali pengaman. Rasanya "nyesssss" sewaktu pertama mendaratkan pantat untuk duduk di ban karena pantat yang basah terpapar air, tapi asyik kan, gak usah jalan kaki.. hehee 

Karena Goa nya ada di dalam sana. 

Dari pintu masuk tadi, kemudian keluar lewat sini, menarik sih kita tidak perlu jalan menyusuri badan gua yang terjal berbatu. kita cukup duduk dan mengapung. ditarik sama tur guidenya yg berenang-renang,, yess hehe



Sisi yang sebelah ini, digunakan oleh para anak-anak kampung sini untuk bermain. sedangkan sisi sebelahnya adalah waduk tempat pintu keluar goa digunakan untuk para tamu atau pelanggan. mereka baik kan menyisihkan tempat bermain mereka untuk para tamu wisata. 

......yang tidak kalah seru dari Mimpinglukis adalah Kami punya oleh-oleh dari Goa Pindul selain foto-foto. :)

                          Ini adalah Goa Gelatik, tidak tahu juga kita dari mana asalnya nama itu 

Nah, bayangkan di samping rumah kalian ada goa seperti ini pasti tempat seperti ini akan menjadi tempat bermain bermain dan bersanatai sehari-hari. Begitupun anak-anak kecil yang menjadi warga penduduk lokal di sekitar gua kering ini dan gua basah gua pindul, tempat tersebut dulunya menjadi tempat bermain bagi anak-anak desa. Sungai di sampingnya juga digunakan sebagai tempat bermain air. Tetapi sekarang ini, area ini dijadikan tempat wisata juga.  Yahh meskipun penduduk lokal masih bisa bermain, tetapi warga Gunung Kidul lebih cenderung mempunyai sifat pemalu.  Jadi malu untuk bergaul dengan tamu pendatang.



Keunikan tempat wisata ini karena tempat ini masih menyatu dengan rumah penduduk, sehingga masih bisa ditemui rumah-rumah penduduk lokal serta aktifitas sehari-hari mereka tidak dipisahkan dengan para pengunjung yang sedang melakukan aktifitas wisata. Tidak seperti tempat wisata resmi yang dikelola oleh pemerintah atau lembaga resmi yang memasang pembatas dan memberikan tarif masuk ke lokasi wisata. lokasi wisata ini begitu terbuka dan tidak memasang tarif retribusi. Jika kita membayar pada agen dan jasa guide, itu adalah semata-mata sebagai biaya sewa ban, safety jacket dan guide. Jadi, akan lebih baik apabila kita para pendatang menghormati tata krama dan kepedulian pada lingkungan. jangan membuang sampah sembarangan dan membuang kata-kata kotor sembarangan pula (aduh malah mendalil, tp ini memang penting :).

Sebagai informasi  karena sampah-sampah organik dan non-organik masih dikelola secara tradisional (dibakar), jadi memang harus membuang sampah pada tempatnya, supaya mudah mengumpulkan sampah-sampahnya. Di sekitar gua ini banyak sekali terdapat pepohonan tinggi menjulang, sewaktu kami sedang duduk untuk membuat sketsa, ada beberapa tumpukan daun yang sengaja dikumpulkan dan dibakar, itu artinya warga sekitar juga berusaha untuk menjadikan lingkungan goa menjadi cukup bersih.


Okaiyyy setelah beberapa baris perbincangan diatas, tibalah saat di mana sketsa telah selesai dibuat dan mimpinglukis akan mulai untuk menyapukan warna-warna. Memang, beberapa orang ada yang lebih suka membuat lukisan cat air langsung dengan kuas, tetapi tidak ada salahnya untuk membuat outline terlebih dahulu. Cat air kan sah-sah saja dipadukan dengan drawing atau sketsa. Oh iya, kali ini kertas yang mimpinglukis gunakan sedikit berbeda, kertasnya bukan warna putih tetapi agak kecoklatan. Awalnya mimpinglukis kurang memperhatikan tipe kertasnya, tetapi setelah melihat informasi pada sampul buku, tahulah bahwa kertas sketchbook tersebut adalah merk Lenwa dengan jenis kertas KRAFT C5 for Croquis & Portfolio 18,2 x 12,8cm. Setelah di bereksperimen, dan diuji coba  ternyata kertas ini juga bisa dipakai untuk basah-basahan, atau bisa dipakai menggunakan media cat air maksudnya..hihi.




Usapkan dengan lincah tetapi harus tetap hati-hati, berikan warna disana dan disini, perhatikan arah jatuhnya cahaya, dan selalu sisakan bagian yang terkena cahaya. Biarkan bagian yang terang karena terkena cahaya bersih tanpa cat atau jika diberikan pulasan warna, harus yang tipis-tipis saja. Sebaliknya yang tidak terkena cahaya secara otomatis-kan terlihat gelap, nahh itulah yang menjadi spot-spot ujung kuas untuk mendaratkan pigmen-pigmen warna tersebut. Tempat yang paling gelap akan mendapatkan jatah cat lebih banyak, dan berlaku sebaliknya.

Kelebihan dari menggambar langsung seperti ini adalah kita tidak perlu menerka-nerka dan menduga arah datangnya cahaya dan bagian mana yang harus diberi warna gelap dan bagian mana yang harus disisakan untuk warna terang. Kita cukup memindahkan saja apa yang kita lihat dan kita pandang ke dalam buku sketsa kita. Mata harus jeli, jadi seseorang yang sering melakukan sketsa secara langsung biasanya lebih perhatian pada pasangannya, dan sensitif pada detail-detail yang paling kecil dari pasangannya..cieeeee. ahh apa sih...
Mari kembali ke topik lagi :)

Namun, teknik ini juga mempunyai sedikit mempunyai kekurangan. Yakni, karena teknik melukis ini mengandalkan cahaya alami dari matahari, wajar apabila garis bayangan bergeser sedikit demi sedikit seiring berlalunya waktu. Jadi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat sketsa, lukisan ataupun gambar, maka bayangan yang dihasilkan selalu bergeser. Karena terus mengalami perubahan pada jatuhnya bayangan. Jadi untuk bisa menguasai teknik ini kuncinya adalah mengingat.

Akan tetapi, bisa saja jika kita justru memanfaatkan gerakan jatuhnya cahaya untuk permainan cahaya dan bayangan. Misal dari kiri ke kanan, dan sebaliknya. Bayangan yang dihasilkan berberda arah sesuai waktu jatuhnya cahaya matahari. Hehe.. ribet yaa.. makanya harus banyak latihan.. sabarr.

Untuk melukis dengan menggunakan cat air, Mimpinglukis menggunakan satu paket cat air Pen (kotak padat) dan kuas merk Winsor-Newton. lebih praktis dan mudah dibawa kemana-mana.



Tadaaaa....... ini dia. jadinya seperti ini. Kalau teman-teman perhatikan, di sana kita seperti melihat ada warna putih di sana dan disini. Ya ya, mimpinglukis memang tidak sepenuhnya menyisakan ruang kosong untuk bagian yang terkena cahaya. Kami memang sengaja menggunakan sedikit cat air warna putih untuk menonjolkan warna kulit kayu pohon yang agak keputih-putihan tersebut. Karena kertas dasarnya yang berwarna kecokelatan, maka penggunaan car air warna putih bisa cukup membantu.




Hati-hati : tidak semua kertas berwarna kecoklatan mempunyai ketahanan untuk menampung goresan pigmen warna yang bercampur air, apalagi dalam jumlah banyak. Jadi ada baiknya sebelum melukis pada keras yang masih "asing" (tidak ada keterangan jenis, berat,ketahanan pada air) untuk mencoba terlebih dahulu pada kertas yang masih kosong. Bisa dicoba dengan membuat goresan acak, coretan yang sedikit emosional, garis tipis, sapuan lembut dan berbagai macam ekspresi lain sesuai selera sampai terbukti bahwa kertas tersebut mampu menerima serangan bertubi-tubi dari cat air tersebut. Jika kertas hanya memuai, melenthung tetapi permukaannya tetap halus, maka kertas tersebut cocok untuk media cat air.  Kalau sudah terbukti kertasnya aman-aman saja, tidak rusak, tidak berlubang, tidak berserabut maka kita bisa lanjutttt mewarnai sketsa yang telah dibuat.

-------------------------------------------
Tambahan informasi untuk yang ingin Gua Pindul. Tempat ini sangat mudah untuk di temukan. Jadi jika teman-teman memiliki aplikasi Map di smartphone bisa mencari "Cave Tubing Gua Pindul" atau jika membutuhkan ancer-ancernya: menggunakan kendaraan pribadi (bisa motor atau mobil) dari Jogja menuju jalan Wonosari terus saja sampai Kota Wonosari ketemu tugu kota Wonosari belok kiri kiri ke arah Beliharjo. Sebenarnya setelah sampai di Kota Wonosari orang-orang sekitar, entah bagaimana caranya akan mengenali kita sebagai orang-orang pendatang atau turis dan mereka akan mengendarai motor ke arah kita dan menanyakan " mau ke Gua Pindul ya? ikut kita aja". Jadi jangan kaget kalau saat berhenti di lampu merah ada penduduk lokal yang mendekati dan menawarkan jasa antar ke Gua Pindul, orang-orang ini tidak berbahaya. Ikuti saja mereka jika ingin cepat dan tidak tersesat ke tempat wisata Gua tersebut. Masalah bayaran, mereka tidak menerima bayaran dari turis yang mereka antarkan melainkan sudah mendapatkan bayaran atau fee tersendiri dari agen wisata yang bertebaran di lokasi wisata Gua. Jadi tidak perlu takut dipalak oleh jasa antar tersebut yaa teman-teman.

(Peringatan!! jauh sebelum sampai di Kota Wonosari, kita akan menemui banyak baliho dan papan-papan penunjuk jalan bergambar anak panah berbelok menunjukkan ke arah Gua Pindul. Papan dan baliho tersebut tidaklah menunjukkan arah yang salah, namun hanya terlalu dini mengingat jaraknya masihlah sangat jauh dengan Kota Wonosari. Dan sebenarnya papan tersebut dari pada menunjukkan arah ke Wonosari lebih pada menunjukkan arah ke Agen tour independen supaya mereka bisa men-Guide turis untuk diantar ke Gua Pindul, nah yang ini kami tidak tahu tarifnya berapa).  

Selamat Jalan-jalan dan selamat ber-sketching ria.

salam,

Mimpinglukis

0 komentar:

Posting Komentar

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author