Urban Sketcher : Ibu dan Air


Baru-baru ini saya sering mengikuti website dan instagram water aid. Cerita-cerita tentang perjuangan perempuan untuk bertahan diantara lingkungan yang sulit dan gersang serta aturan-aturan dari tokoh masyarakat yang tidak adil memang sangat menggetarkan. Di satu daerah di Pakistan, seorang perempuan harus rela setiap bulan pindah ke gubug terpencil jauh dari desa karena ia sedang mendapatkan menstruasi. Kekuarangan air membuat perempuan sulit untuk membersihkan ditambah kepercayaan masyarakat takut dengan darah menstruasi membuat perempuan mengalami ktakutan setiap bulannya. Berbeda dengan perempuan di Nigeria. di Negara yang juga sulit mendapatkan sumber air tersebut, perempuan- remaja di Nigeria mendapatkan tugas mengambil air berpuluh-puluh kilometer jauhnya untuk  kemudian membawa satu jirigen besar air untuk kebutuhan sehari-hari.  

Perempuan dan air adalah dua hal yang berkaitan lain. Hal tersebut mungkin disebabkan karena sifat alamiah perempuan yang tidak bisa dilepaskan dari air, perempuan membutuhkan air saat menstruasi, dan saat melahirkan. Oleh karena itulah sebagnya pekerjaan "alamiah" perempuan selalu berdekatan dengan air, seperti memasak, mencuci baju, mencuci piring, ngepel rumah nyuci baju, serta memandikan anak.


Sketsa diatas adalah pemandangan di pemandian air mancur yang ada di Taman Pintar Yogyakarta. setiap pagi atau hari minggu, banyak sekali anak-anak yang bermain air di kolam yang lantainya menyemburkan air. anak-anak kecil berari kesana kemari, berteriak kegirangan ketika lubang-lubang di lantai kolam menyemburkan airnya.

Yang unik adalah, selama anak-anak berlarian mengejar air, ibu dari masing-masing anak menunggu di samping kolam. memang ada beberapa ayah yang juga ikut menunggu, tetapi ibu justru lebih aktif dari pada keberadaan ayah disana. ibu adalah pihak yang berinteraksi dengan mereka dari samping kolam, mengawasi sambil mengajak bercanda, ada juga yang menunggu sambil membaw kotak makan dan sesekali sang anak akan mendatangi si ibu untuk minta disuapi. Ketika si anak mulai kelelahan atau ibu merasa cukup, ibu adalah orang yang akan cepat tanggap untuk membawa sang anak ke kolam basuh. semacam tempat terbuka yang terdapat shower untuk membasuh air. bagaimanapun style si ibu, entah hijabers, entah itu style ibu-ibu arisan, mereka tetap dengan tanggap mencincingkan lengan baju untuk membasuh mandi anaknya. 

********
Mimpinglukis pernah membaca artikel yang saya lupa apa judulnya yang menyatakan bahwa women adalah representasi dari bumi dan teknologi adalah representasi untuk laki-laki. kecenderungannya kemudian, bumi di eksploitasi dan di jajah oleh teknologi. yahh meskipun informasi ini tidak bisa di verifikasi karena Mimpinglukis lupa nama bukunya apa, tetapi kalau dipikirkan lebih jauh, memang ada  benarnya kan ya?.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author