Lukisan Renaisans, apa itu??

Pernah mendengar teknik lukisan Renaisans? Atau Jaman Renaisans?, Istilah Renaisans memang dipakai untuk mengidentifikasi sebuah masa, dimana peradaban masyarakat mulai berkembang dengan berbagai temuan teknologi, sains termasuk seni rupa. Oleh karena itu kita bisa mengambil kesimpulan dari istilah teknik Lukis Renaisans yang berarti, teknik lukis yang lahir dan berkembang pada era Renaisans. Ciri-ciri teknik lukis Renaisans ini adalah obyek lukisan dilukis secara presisi, mirip seperti aslinya, meskipun skalanya dibuat lebih besar atau lebih kecil dari obyek aslinya, namun ukuran skalanya diusahakan tetap sama 1:1. 

Teknik lukis Renaisans sangat mementingkan ketepatan bentuk. oleh karena itu diperlukan riset secara mendalam untuk mengenal obyek yang akan dilukis. Saat ini memilih obyek lukis sudah lebih mudah dari pada saat era Renaisans berkat ditemukannya teknologi fotografi. Namun, pada masa perkembangannya, penelitian terhadap obyek dilakukan dengan bantuan mata secara langsung tanpa bantuan foto, karena belum ditemukan teknologi tersebut pada masa itu. Proses penelitian secara langsung terhadap obyek-obyek lukisan pernah dilakukan oleh Maestro Leonardo Davinci. Pernah nonton film “Davinci Demon” kan? Nahh dalam film tersebut Leonardo Davinci digambarkan sebagai tokoh yang memiliki mata fotografi yang mampu merekam obyek dan memindahkan ingatan yang terekam oleh matanya ke dalam buku sketsa. 

Leonardo Da Vinci memang dikabarkan oleh sejarah sebagai tokoh reinesans tertinggi, dan penggambaran Leonardo dalam film Davinci Demon tersebut, tampaknya memang tidak terlalu berlebihan. Dalam melukis, Leonardo yang asli memang memiliki ketepatan melukis yang sangat mendekati bantuk aslinya. ketika melukis anatomi tubuh ataupun membuat desain-desain arsitektural selalu di gambarkan secara tepat. Ketapatan dalam melukis anatomi dikarenanan untuk menggambar sebuah anatomi manusia, Davinci melakukan riset secara langsung misalnya ketika ingin menggambar burung terbang, ia juga melihat gerak sayap burung secara langsung, berkali-kali membeli burung dan menerbangkannya kembali untuk melihat sistem sayap burung. Untuk melukis manusia, ia tidak hanya puas dengan melihat bentuk luar tubuh, namun juga ingin menguak apa saja yang ada dalam tubuh manusia tersebut hingga membentuk sebentuk tubuh. Untuk mengetahuai organ dalam tubuh ia melakukan pembedahan organ manusia yang sudah meninggal. Padahal saat itu belum lazim dilakukan praktek mengubek-ubek mayat seperti itu. 

Karena teknik lukis Renaisans mampu menghasilkan lukisan yang indah dan sangat mirip dengan obyek asli. Lukisan dengan menggunakan teknik renaisans ini sangat dibangga-bangkkan pada masanya bahkan sampai era postmodern sekarang ini. Bisa dibayangkan lah yaa, waktu itu kan jaman masih serba manual, teknologi proyektor belum ditemukan, akan tetapi para seniman ternama abad-14-15 sudah bisa menggambarkan bentuk tubuh dan wajah dengan sempurna.

Cara melukis Renaisans sendiri dilakukan dengan dua langkah. Yang pertama diawali dengan underpainting atau lapisan dasar dengan melukis monocrhome atau satu warna, biasanya hitam dan putih. Kemudian apabila obyek yang dibuat pada langkah pertama sudah terlihat kemiripan dengan bentuk objek, lalu diteruskan dengan langkah kedua yakni overpainting atau polychrome atau multiwarna. Step ini, menambahkan warna sesuai dengan realita atau sesuai dengan warna asli pada objeknya. Dalam melukis teknik ini juga dimungkinkan adanya timpa-timpa warna dan cat. Menumpuk dan menumpuk warna dilakukan untuk mengincar ketepatan bentuk dan warna itu tadi. Jadi tidak bisa asal menggores dan menguas teman-teman.

Objek-objek teknik Renaisans biasanya naturalis, bisa pemandangan, manusia, potrait atau still life. Karena era Renaisans masih berada dalam pengaruh Gereja, objek teknik lukisan ini biasanya menampilkan ajaran ke-Kristenan. Sehingga lukisan-lukisan Renaisans banyak dipakai untuk menghiasi Gereja dan Katredal. 

Para seniman populer yang menggunakan teknik ini adalah Leonardo Da Vinci, Michelangelo, Rafael (Bisa di cek di wikipedia hehe).   


Untuk melihat lebih lanjut bagaimana sih modelnya karya lukis dan patung Renaisans? banyak kok kalau searching di internet. Ini saya kumpulkan beberapa contohnya :

Gambar ini adalah lukisan buatan Leonardo Da Vinci, lihat karakter kulitnya gadis yang jadi objek, seperti kulit sungguhan kan ? :) , warna kain dan draperi juga mrip seperti asli.
(foto diambil dari google picture http://www.theguardian.com/artanddesign/2010/dec/12/leonardo-da-vinci-poland-damage)

Yang ini adalah lukisan potrait Leonardo sendiri. di sampingnya ada sketsa otot, kerangka dan sistem anatomi lengan manusia woww banget gak sih? inilah sistem anatomi yang dimaksud yang dihasilkan dari melakukan pembedahan otot-otot tubuh manusia. Keterangan lain menyebutkan dalam setiap buku sketsa yang dibuat Leonarno, ia membuat tulisan-tulisan yang ada di dalam buku sketsanya secara terbalik menurut sifat kaca atau mirroring -180derajat. Sehingga meminimalkan orang lain bisa mencuri ide dan temuannya. 
(http://www.telegraph.co.uk/culture/art/leonardo-da-vinci/10202124/Leonardo-da-Vinci-Anatomy-of-an-artist.html)

Patung ini, adalah karya woww dari Michelangelo. Jangan diliat dari segi vulgarnya ya teman-teman, tetapi yag perlu kita fokuskan adalah pencapaian kemiripannya dengan manusia six pack yang sesungguhnya. Sebuah karya pahat, namun bisa memperlihatkan bentuk otot, tekstur muka, jari tangan dan kaki sampai detail penis laki-laki yang seolah didalam tubuh patung tersebut punya kerangka dan organ tubuh yang lain. benar-benar karya Michelangelo


Kalau patung yang satu ini, kakek Michelangelo ingin pamer kemasterannya dalam memahat batu dengan unsur-unsur draperi  (tekstur kain dan lipatan-lipatannya) pada seni patungnya. see  ia memahat sifat,  tekstur dan lipatan kain dengan detail, kain dipahat dengan bentuk yang melipat-lipat seolah kain tersebut bisa berkibar tertiup angin. mbak-mbak yang jadi objeknya juga cantik bangett...kulit mulus, bibir seksi hidungna berkontur seperti hindung yang terbentuk dari tulang rawan , belum lagi ditambah dengan leher yang halus dan indah. (Michelangelo Buonarroti, detail of the Pieta)

Kalau ini mimpinglukis ambil dari salah satu Akun Instagram milik @land0n_mars, dalam akun tersebut ia sedang menunjukkan proses lukisannya. disini dia juga melakukan proses underpainting nih, which is means kalau mas ini sedang memakai teknik lukis Renaisans.


Ini Mimpinglukis juga pernah mengikuti kelas praktek Lukis Renaisans. dan foto ini diambil saat lukisan masih pada tahap underpainting.  Setelah tahap ini baru kemudian di timpa warna. Objeknya adalah still life berupa selimut, boneka kayu dan gelas toples :)

Sampai disini Dulu untuk topik ini
salam Mimpinglukis :)



0 komentar:

Posting Komentar

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author