Menggambar Tetesan Air



Jika ingin memulai untuk menggambar sebuah objek, apapun itu, yang diperlukan adalah sebuah pengamatan yang mendalam. Kira-kira seperti itulah yang sering dilakukan partner saya juga oleh banyak artists yang lain. Senang sekali bahwa menggambar ternyata juga memerlukan observasi mendalam seperti basic keilmuan di antropologi.  Beberapa waktu lalu saya sempat membaca buku berjudul “ Raden Saleh : Awal Seni Rupa Modern Indonesia”, di dalam buku yang berisi karya-karya Raden Saleh Tersebut, kita dapat menyimak bahwa untuk menngenal karakter kayu pada tiap jenis pohon, beliau tidak pernah berhenti untuk observasi dan  membuat sketsa mengenai karakter kayu untuk macam-macam pohon tropis maupun sub tropis. Namun kita disini belum akan membahas mengenai kayu ataupun pohon, kita akan mengamati dan menggambar hal kecil saja yakni tetesan air.

Disini kita akan mencoba menggambar air tidak dalam jumlah yang banyak, tapi setetes saja. Oleh karena itu hal yang pertama perlu dilakukan adalah pengamatan. Jika kita memperhatikan setetes air dengan seksama, maka yang kita lihat adalah cahaya, kadang setetes air tersebut terlihat bersinar dan mengkilat, kita juga bisa melihat pantulan obyek di dekatnya dalam sebuah tetesan air, air yang menetes pada sebuah wadah seperti permukaan daun akan transparan terlihat permukaan daun tersebut, namun tetap kita bisa menggambarkan air berada disana.

Sebuah tetesan air apabila diamati akan menampilkan sebuah kompleksitas dari unsur alam tersebut. Air mempunyai sifat transparant dan liquid. Jika dilihat sebagai air saja, tetesan air hanya sebuah benda kecil yang transparant. Tetapi jika melihat dan mengidentifikasi air dari dekat, dalam sebuah tetesan tersebut kita bisa melihat, ada bagian yang gelap ada bagian yang sangat putih terang, bisa juga terlihat sebuah pemandangan terbalik atau miror dalam tetesan tersebut.  Oleh karena itu ketika menggambar karakter air,kita harus menghadapi sifat air tersebut. Oke begini, disini ada tiga macam karakter yang dihasilkan dari sebuah tetesan air. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya 1 adalah tetesan air yang merefleksikan cahaya dan bayangan

Yang kedua tetesan air yang merefleksi benda tertentu di sekitarnya (objek benda terekam oleh tetesan air, dan terlihat terbalik dan distorsi), biasanya terjadi pada air yang menggantung pada sesuatu seperti ujung rumput  atau dahan, atau tetesan yang latar belakangnya terlihat jauh. Selanjutnya atau yang ketiga adalah tetesan air yang transparan.

Untuk step by step menggambarnya adalah seperti ini :
(ini adalah contoh gambar yang diambil dari pinterest) untuk melihat variasi lain, bisa mencari objek dari media pencari yang lain atau dengan observasi secara langsung.

Pertama-tama kita menggambar kontur lingkarannya terlebih dahulu. Pola lingkaran yang tengah berbeda dari dua gambar yang lain karena tetesan air yang tengah adalah model menggantung pada ranting-ranting kecil. 



Mengenali warna dasar dari masing-masing tetesan air itu penting. Tetesan air yang pertama mempunyai kecenderungan berwarna biru, yang kedua berwarna cokelat karena memantulkan objek di sekitarnya yang berupa rerumputan kering, dan yang ketiga adalah warna transparan dari hijau daun. Melukiskannya dengan Menggunakan pensil warna yang dibagi menjadi tiga warna (biru, cokelat dan hijau) untuk membedakan karakter tetesannya.




Menambahkan intensitas warna sehingga warna menjadi padat. Seperti biasa, sisakan bagian yang berwarna putih atau bagian yang bersinar tanpa pewarnaan.






Untuk lebih membuat intensitas warna menjadi pekat, samar-samar berikan arsiran gelap dengan warna hitam kemudian ditimpa lagi dengan arsiran warna sebelumnya. Bagi yang mempunyai warna dasar biru, arsiran yang hitam ditumpuk lagi dengan warna biru, begitu juga berlaku dengan warna dasar yang lain.




Seperti inilah hasilnya. Enjoy your drawing :)



0 komentar:

Posting Komentar

 

Flickr Photostream

Twitter Updates

Meet The Author